Pabrik Teh Kayu Aro Pertahankan Mesin Lawas Warisan Belanda

Table of Contents

PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, masih mempertahankan mesin-mesin lama yang merupakan peninggalan masa kolonial Belanda. Mesin-mesin ini digunakan dalam produksi teh hitam di unit usaha Kayu Aro. Menurut Muhammad Ridwan, Asisten Teknik Kayu Aro, mesin-mesin tersebut masih menjadi andalan dalam menghasilkan teh jenis orthodoks.

Mesin Lama yang Masih Berfungsi

Ridwan menjelaskan bahwa seluruh alat sortasi untuk teh orthodoks masih menggunakan mesin tua yang terawat dengan baik. Struktur mesin seperti sasis tetap tidak berubah, termasuk penyebutan tradisional seperti 'Indian sortir' yang digunakan untuk proses sortasi teh. Jenis-jenis mesin tua lainnya yang masih digunakan antara lain:

  • mesin penggulung
  • mesin pemanggang dan pembentuk mutiara
  • palung pengering
  • oven fermentasi

Mesin-mesin ini telah menjadi bagian dari proses produksi selama bertahun-tahun. Meskipun sering mengalami kerusakan pada komponen pendukung, perbaikan dilakukan oleh teknisi terlatih di workshop mandiri yang dimiliki pabrik. Dalam beberapa kasus, komponen tertentu harus dikirim ke luar daerah untuk diperbaiki lebih lanjut.

Teknisi Lokal yang Memegang Kendali

Kayu Aro memiliki 46 teknisi yang sebagian besar berasal dari kalangan penduduk lokal. Mereka memiliki pemahaman yang cukup tentang kebutuhan dan cara penanganan mesin di pabrik. Keberadaan teknisi lokal ini sangat penting dalam menjaga kelancaran operasional mesin-mesin lama yang masih digunakan.

Sumber Daya Listrik yang Mandiri

Sejak tahun 2012, operasional pabrik juga didukung oleh Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Desa Batu Ampar. PLTMH ini mampu menghasilkan daya sebesar 970 Kilowatt dan sepenuhnya digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik. Sebagai cadangan, pabrik juga mengandalkan pasokan listrik dari PLN.

Keberlanjutan Produksi Teh Hitam

Penggunaan mesin lama yang masih berfungsi menunjukkan komitmen PTPN IV dalam menjaga tradisi produksi teh hitam. Meski ada tantangan dalam perawatan dan perbaikan mesin, pabrik tetap mampu memproduksi teh berkualitas tinggi. Hal ini juga mencerminkan kemampuan teknisi lokal dalam menjaga infrastruktur produksi yang sudah ada.

Kepentingan Ekonomi dan Lingkungan

Selain menjaga kualitas produk, penggunaan PLTMH juga memberikan manfaat ekonomi dan lingkungan. Dengan sumber daya listrik yang mandiri, pabrik dapat mengurangi ketergantungan pada energi berbasis bahan bakar fosil. Ini juga membantu menjaga keberlanjutan lingkungan sekitar area perkebunan.

Tantangan dan Solusi

Meskipun ada tantangan dalam menjaga mesin lama, pabrik telah menemukan solusi melalui inovasi dan perawatan rutin. Teknisi lokal terus belajar dan mengembangkan keterampilan mereka untuk menghadapi perubahan dan perkembangan teknologi. Dengan demikian, mesin lama tetap bisa berkontribusi dalam produksi teh hitam yang berkualitas.

Posting Komentar